Selasa, 21 Februari 2017

Ini karena A. Gara-gara B. Kenapa C harus gitu?!

Entah karena terbiasa atau dibiasakan. Saat menghadapi masalah atau sesuatu terjadi di luar ekspektasi, kita sering mencari sesuatu untuk bisa dikambinghitamkan. Mungkin ini karena pelajaran yang tidak semestinya kita ambil saat kecil. Kalau saya, sejak kecil sering -banget- melihat adegan saat anak kecil jatuh, menangis, kemudian orang-orang dewasa di sekitarnya akan bilang "cup, cup, cup. Ini ya? Gara-gara batu ya?" sambil memukul atau menendang batu, seolah itu adalah balasan untuk si batu. Padahal, apa coba salah batu itu? Kalau batu punya akal, mungkin dia akan membawa kasus itu ke pengadilan dengan tuduhan "pencemaran nama baik". 😏😏😏😳😳😳😳

Ah ya, tentu itu tidak bisa jadi pembenaran untuk meneruskan kebiasaan mencari kambing hitam. Bukankah kita harus membiasakan yang benar? Bukan membenarkan yang biasa.

Saat menghadapi masalah atau sesuatu terjadi di luar ekspektasi, saya terlalu sibuk melihat keluar. Sibuk mencari sumber masalah di luar diri. Lalu dengan mudah menyalahkan orang, suasana, kondisi, cuaca atau apapun sepanjang itu bukan saya.

Sibuk melihat keluar. Dan lupa melihat ke dalam.

Diriku, bukankah kita sudah mendengar sabda Rasul

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَتَزَيَّنُوا لِلْعَرْضِ الأَكْبَرِ
Koreksilah diri kalian sebelum kalian dihisab dan berhiaslah (dengan amal shalih) untuk pagelaran agung (pada hari kiamat kelak)” [HR. Tirmidzi].
Wahai diriku, saat menghadapi masalah atau sesuatu terjadi di luar ekspektasi, tidakkah sebaiknya kita melihat lebih dalam pada diri. Jangan-jangan justru karena lisan atau perbuatan kita lah masalah itu timbul. Jangan-jangan karena langkah kita yang tidak tepat lah sesuatu terjadi di luar ekspektasi.

Duhai diri, belajarlah menjadi cerdas. Cobalah lihat lebih dalam. Evaluasi lah segala yang telah terucap, terlaksana, terpikir bahkan yang terbersit dalam hati. Hitunglah dirimu. Sebelum datang masa untuk kita dihitung. Karena kelak Allah akan memintai pertanggungjawaban atas itu semua.

Ya ... tentu ini bukan berarti bahwa semua masalah atau sesuatu yang terjadi di luar ekspektasi menjadi kesalahanmu.

Lihat lebih dalam dan belajarlah untuk berpikir jernih. Jangan juga menjadi orang yang mudah sekali menyalahkan diri sendiri. Jernihlah melihat segala sesuatunya. Belajarlah menjadi bijak.

Karena diriku, engkau juga berhak menghargai diri sendiri.

Lihat lebih dalam.